SCREEN SEMINAR INTERNASIONAL PONTIANAK

SCREEN SEMINAR INTERNASIONAL  PONTIANAK


gambar deardian.com
Seminar Internasional Pontianak
www.deardian.com

Screen Seminar Internasional- Screen mengadakan Seminar internasional dengan tema “Menjadikan Teknologi Sebagai Media Kreasi Tanpa Batas” menghadirkan pemateri hebat dari dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri ada Uray Tiar Fahrozi yaitu CEO sekaligus founder Myagro. Myagro merupakan salah satu startup di Kota Pontianak yang bergerak dalam bidang pertanian (Agro). Dari luar negeri ada Mr Abdul Qaiyum Bin Alidin yang merupakan senior partner/ Tecnical Director RESONICS Consultancy StartUpBorneo.my. 

Acara yang dilaksanakan pada tanggal 31 Januari 2019 ini dihadiri 390 orang peserta di Gedung Aneka Pavillion Informa, Kota Baru Pontianak. Acara ini juga dihadiri oleh Walikota yang kemudian diwakili oleh Kepala Dinas Keminfo, Wakil Dekan Fakultas Matematika dan IPA Universitas Tanjungpura dan Ketua HIPMI Kalbar. Selain itu juga ada tamu undangan dari Malaysia. 

Seminar Internasional ini merupakan salah satu agenda dari Screen yang dibuat oleh Himpunan Mahasiswa Rekayasa Sistem Komputer FMIPA Universitas Tanjungpura. Screen merupakan agenda tahunan yang terdiri dari seminar, lomba dan ekspo. Dalam sambutan ketua panitia acara, Nugraha Yunus Pratama berharap jika acara pada hari ini dapat menambah wawasan masyarakat terhadap teknologi informasi di Kalimantan Barat. 

Mengingat saat ini industri digital dan teknlogi semakin berkembang dengan pesat. Memberikan peluang untuk berbisnis yang begitu terbuka luas bagi siapa saja yang ingin berkecimpung didalamnya. Tentu kita setuju dengan ini bukan? Bahkan saat ini kita dapat merasakannya sendiri. Adanya tulisan ini juga merupakan bukti bahwa dunia digital memiliki power yang kuat dan wadah untuk berkreasi tanpa batas.

Sarawak Malaysia deardian.com
Deardianblog dengan Tamu Malaysia
www.deardian.com


Materi dari Bang Uray Tiar Fahrozi membuka pikiran mahasiswa untuk menjadi produktif. Beliau juga berbagi cerita tentang pengalam bisnisnya. Materi yang disampaikan beliau sangat memotivasi mahasiswa, meskipun kuliah mahasiwa harus mampu memiliki sebuah karya. Kemudian dari karya tersebut menghasilkan sebuah bisnis atau penghasilan. 

Beliau meyakini bahwa pemuda di era digital seperti saat ini tanpa kuliah pun mampu menghasilkan sebuah karya atupun usaha dalam waktu setahun. Justru perlu ditanyakan jika Mahasiswa dalam waktu setahun tidak menghasilkan apapun. Ini lah tantangan kita sebagai mahasiswa di era digital, kudu memiliki skill lain dibidang digital dan teknologi. 

Materi dari Mr Abdul Qaiyum Bin Alidin juga tak kalah menarik, melalui beliau peserta dapat mengetahui bagaimana perbandingan keadaan startup di Malaysia. Bagimana hubungan antara Akademik mendukung mahasiswanya dalam mengembangkan satartup yang mereka miliki. Mengetahui bagaimana mahasiswa UNIMAS sudah jauh lebih didepan dari pada Mahasiswa Universitas Tanjungpura dalam semangat berkarya dan berinovasi. Kita belajar banyak dari hal itu untuk memajukan pendidikan kita di Kalimantan Barat. 

Dalam acara ini pula pertama kali penulis diajak ngobrol dengan orang Malaysia mengenai dunia enterpreueur. Mulai dari berbicara bagaimana menghasilkan uang dari aset, properti, hingga saham. Beliau adalah Datuk Alidin Abd Hamid yang adalah ayah ada Mr Abdul Qaiyum Bin Alidin. Walaupun berbeda bahasa tidak menyurutkan semangat Datuk untuk berbagi cerita. 

Selain itu dalam acara ini juga ada huburannya. Hiburan pertama adalah Tarian Tradisional Tiga Suku yaitu suku Melayu, Dayak dan Cina. Hiburan kedua yaitu Band Merah Jingga. Kedua hiburan ini berhasil membuat tamu dari Malaysia tabjub dan terhibur. Termasuk Datuk Alidin. 


Posting Komentar

0 Komentar